5 Alasan yang Membuat Anda Sering Rugi

5 Alasan yang Membuat Anda Sering Rugi

Ini 5 Alasannya yang Membuat Anda Rugi di Forex

Di saat Anda melakukan trading, secara logika akal sehat di pasar forex yang memiliki rasio kerugian dan keuntungan berbanding 1:1 artinya meskipun Anda tidak memiliki strategi andalan, kemungkinan Anda mendapatkan keuntungan adalah sebesar 50 persen. Jadi sebagian besar trader yang menggunakan strategi di atas seharusnya bisa mendapatkan balik modal atau break even setelah beberapa kali trading.

Hal di atas dapat terjadi dikarenakan saat Anda melakukan trading dengan rasio rugi dan untung adalah 1:1 maka hal tersebut sama artinya dengan melempar koin. Namun meskipun demikian masih saja ada trader yang mengalami kerugian saat trading. Lalu apa faktor yang melatarbelakangi terjadinya hal ini.

Ada berbagai survey yang pernah dilakukan dan mengungkapkan bahwa faktor utama yang menyebabkan sebagian trader menderita kerugian karena pengendalian diri yang kurang, cenderung subjektif dan melakukan prediksi yang berlebihan.

Berikut ini akan kami sajikan kepada Anda semua apa saja kekeliruan yang sering kali dibuat oleh para trader, khususnya para trader pemula yang mengakibatkan dirinya menderita kerugian dan sulit mendapatkan keuntungan.

Penyebab menderita kerugian dan sulit mendapatkan keuntungan

1.Melakukan Trading Berlawanan Arah Dengan Trend

Faktor pertama yang membuat banyak trader menderita kerugian adalah berkaitan dengan aktivitas trading yang berlawanan arah. Meskipun para trader tersebut paham bahwa dengan mengikuti arah trend maka kemungkinan besar akan mendapatkan profit yang lebih besar, tetapi hal tersebut tidak mereka lakukan.

Mereka lebih cenderung akan melakukan trading melawan arah trend dengan berbagai alasan yang mereka berikan. Hal ini dapat mereka lakukan apalagi mereka sudah terlanjur membuka posisi.

2.Tidak Bersedia Menerima Kerugian Ataupun Kekelahan

Jika Anda memiliki kecenderungan untuk bersifat egois dan menyalahkan orang lain atas kerugian yang terjadi, maka segera ubah perilaku tersebut. Sebab sifat yang egois seperti demikian tidak akan membuat Anda mampu untuk belajar dari kesalahan.

Memang kecenderungan untuk melemparkan kesalahan kepada orang lain atau pun kepada keadaan merupakan sifat yang manusiawi. Namun sebaiknya Anda mengubah sifat ini saat sedang melakukan trading forex. Saat trading forex yang Anda lakukan mendapatkan hasil yang mengecewakan, maka hal yang harus lebih dahulu Anda salahkan adalah diri Anda sendiri.

Bukan malah sebaliknya dimana saat menderita kerugian, maka Anda mulai menyalahkan broker, menyalahkan kondisi pasar yang tidak benar menurut Anda. Hal yang harus diperbaiki adalah kemungkinan kesalahan yang ada di dalam diri Anda sendiri.

Sekarang kami ingin bertanya kepada Anda,

Apakah dengan menyalahkan broker atau pasar bisa membantu Anda memperbaiki hasil trading?

Jawabannya tentu tidak, menyalahkan orang lain tidak akan memperbaiki hasil trading Anda di masa depan.

Jika kita masuk ke dalam pasar karena rekomendasi yang diberikan oleh broker atau pun konsultan dan hasilnya merugi, apakah hal ini salah dari broker?

TIDAK!

Kesalahan dan kekalahan yang terjadi akibat diri Anda sendiri, mengapa Anda terlalu percaya dengan rekomendasi yang mereka berikan.

Jika Anda terus menerus menyalahkan orang lain atas hasil trading yang mengecewakan, maka Anda tidak akan mampu belajar dari hal tersebut. Artinya Anda tidak akan mampu memperbaiki hasil trading di masa mendatang karena Anda tidak mampu melihat kelemahan yang ada di dalam diri sendiri.

Mengakui kesalahan yang pernah dilakukan dalam trading forex akan membuat Anda menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Sebab Anda memahami mana yang salah dan mana yang seharusnya Anda lakukan agar kerugian tidak lagi menghampiri.

Dengan belajar dari kesalahan, maka kemungkinan Anda untuk mendapatkan profit yang konsisten dapat terjadi di masa depan.

3.Secara Sembarangan Masuk Pasar dan Tidak Memiliki Metode Trading Tertentu

Jangan pernah memasuki pasar forex dengan cara yang sembarangan seperti menggunakan metode atau strategi yang selalu berubah-ubah. Sebab hal ini bisa membuat Anda menderita kerugian saat melakukan trading forex. Mengubah-ubah strategi sering kali dilakukan oleh orang yang tidak memiliki strategi yang teruji atau bisa jadi Anda tidak benar-benar menguasai strategi trading yang dipilih.

Disaat Anda menggunakan sebuah strategi yang selalu berubah-ubah pada kondisi pasar yang juga berubah, maka kemungkinan profit yang Anda dapatkan adalah 50:50. Di lain sisi jika Anda telah memiliki strategi tertentu tetapi Anda tidak terlalu menguasai atau belum mengujinya, maka bisa saja suatu saat Anda akan ragu dengan keputusan yang dibuat.

Selanjutnya saat Anda merasa harus masuk karena kondisi pasar yang mendukung, maka Anda memiliki kecenderungan untuk menggunakan strategi yang lain dalam trading.

Cara mengatasi keraguan di atas adalah Anda harus menempa diri dengan terus mempelajari berbagai teknik dan strategi dalam forex. Selalu menempa diri Anda untuk menjadi trader yang lebih baik dari sebelumnya. Sehingga anda akan merasa yakin saat memutuskan untuk menggunakan strategi yang dijalankan.

4.Melakukan Trading Secara Berlebihan

Trading Berlebihan
Trading Berlebihan

Melakukan trading secara berlebihan juga bisa menjadi faktor yang menyebabkan Anda menderita kerugian. Ada banyak sekali alasan yang mendasari mengapa banyak trader yang melakukan over trading atau terlalu sering masuk pasar.

Alasan pertama yang mendasarinya adalah pengaruh emosi dari trader. Di saat Anda mendapatkan profit dalam trading, maka akan muncuk rasa euforia sehingga Anda ingin membuka posisi lagi dengan cara yang sama. Di lain sisi saat Anda mendapatkan kerugian maka ada juga kemungkinan Anda membuka posisi untuk membalas dendam. Kedua kecenderungan di atas akan mengabaikan strategi trading yang sebelumnya Anda buat.

Alasan yang kedua adalah time frame yang rendah yaitu dibawah 1 jam, 30 menit, atau 15 menit. Time frame yang rendah akan memberikan peluang entry yang banyak tetapi dengan probabilitas yang rendah. Hal ini dapat terjadi karena pada time frame tersebut memiliki kecenderungan untuk terjadi banyak noise.

Alasan yang ketiga yang menjadikan seorang trader melakukan over trading adalah melakukan analisa pasar yang berlebihan. Jika Anda terlalu banyak informasi dari berita atau penggunaan banyak indikator teknikal secara bersamaan, maka hal ini bisa menyebabkan analisa yang berlebihan dan membuat Anda memiliki kecederungan untuk membuka lebih banyak posisi trading.

Analisa yang berlebihan bisa membuat Anda memiliki prediksi yang berlebihan, sehingga hal ini bisa membuat Anda over trading.

5.Resiko Per Trade yang Terlalu Besar

Saat ini banyak sekali trader yang mempertaruhkan terlalu banyak dana dalam membuka posisi trading. Hal seperti ini mereka lakukan dikarenakan memiliki keinginan untuk melakukan trading dengan lot yang besar agar mereka mampu mendapatkan profit yang memadai.

Cara seperti di atas cukup beresiko jika Anda lakukan dan memilki sifat yang gambling karena berada di luar aturan money management yang lazim. Hal yang lazim adalah resiko per trade ditetapkan sebesar 2% dari balance account trading. [sumber: valasonline – Wahyu Utama]

Dan hampir-hampir semua penyebab kerugian trader adalah hal yang sama yang terjadi kepada semua trader, dan kalo disimpulkan kesalahan tersebut terletak pada mindset. Polafikir yang mengendalikan aktifitas dan keputusan kita.

Semoga dengan semakin kita belajar dan mengasah strategi akan tercipta insting yang bagus.

Salam Profit, www.grahafx.com

Strategi Averaging Pada Trading Forex

Strategi Averaging Pada Trading Forex

Strategi Averaging Pada Trading Forex

Dalam sistem trading Anda dapat memakai strategi averaging trading forex yang mendatangkan profit berlipat. Trading forex dengan menggunakan strategi averaging atau disebut juga dengan cost-averaging merupakan usaha trading yang saat praktek dalam pasar hanya memiliki satu arah. Meskipun demikian, sangat memerlukan berulang kali open position untuk bisa mendapatkan profit. Maksudnya adalah, jika pada saat pertama kali masuk pasar Anda berada di posisi long atau buy, posisi selanjutnya juga akan sama yaitu buy only. Begitu juga sebaliknya. Biarpun telah terjadi floating minus, tetap saja akan dalam posisi buy sampai menghasilkan profit.

Tujuan dari strategi averaging adalah untuk bisa memperkecil tingkat kerugiaan saat berada dalam posisi yang berlawanan dengan arah trend dan juga untuk memaksimalkan tingkat keuntungan saat posisi satu arah dengan trend. Namun averaging juga adalah strategi yang cukup memiliki resiko tinggi sebab dalam prakteknya harus mampu untuk “melawan pasar”. Sehingga strategi ini tidak dianjurkan bagi Anda yang masih memiliki dana minim.

Berikut adalah contoh penerapan strategi averaging trading forex:

Tuan Herman masuk ke pasar forex dengan posisi buy EUR/USD 0.01 lot pada harga 1.2545 dan memasang take profit sebanyak 20 poin di harga 1.2565. Kemudian harga mengalami penurunan yang mengakibatkan Tuan Herman harus buy 0.01 lot lagi pada harga 1.2525 dan memasang take profit 1.2555. Namun kemudian harga turun kembali, maka Tuan Herman melakukan buy lagi untuk EUR/USD 0.01 lot di 1.2505, dengan take profitnya 1.2525. Hingga akhirnya harga akan naik dan menyentuh take profit yang pertama 1.2535.

Penjumlahannya:

Posisi 1: Open position 1.2545, harga close 1.2535 = USD -0.1

Posisi 2: Open position 1.2535, harga close 1.2535 = USD 0.1

Posisi 3: Open position 1.2505, harga close (take profit) 1.2536=USD 03 (sama dengan 30 PIPS)

Sehingga, total profitnya = -0.1+0.1+0.3= $0.3

Keterangan: 0.10 lot = $0.1 (Karena menggunakan akun tanpa spread, sehingga spread tidak dihitung)

Setelah melihat ilustrasi diatas, lalu akan muncul pertanyaan apakah dengan menggunakan strategi ini akan selalu mendapatkan profit?

Jawabannya adalah tergantung bagaimana Anda menggunakan strategi averaging trading forex tersebut. Karena berhasil atau tidaknya suatu strategi akan bergantung pada keadaan pasar dan kemahiran trader yang menggunakannya. Biasanya saat menggunakan strategi averaging, para trader ada saja yang selalu menggunakan indikator forex, namun ada juga yang mengandalkan tangan kosong. Para trader tanpa broker atau trader individu biasanya akan melakukan strategi ini jika sudah yakin mengenai harga. Namun jika ternyata tebakannya sedikit meleset, trader harus menambahkan posisinya terus menerus.

Strategi averaging sering kali digunakan oleh bank, sehingga mereka hanya melakukan buy agar bisa memperoleh bunga dari swap. Setiap harinya bank akan menerima bunga jika ada posisi swap, walaupun telah menahan nilai minus cukup banyak.

 

MENGGUNAKAN AVERAGING DOWN DAN AVERAGING UP

Pada strategi averaging, terdapat 2 hal yang bisa Anda gunakan:

  • Menggunakan averaging down

Averaging down adalah strategi yang cukup agresif, karena bisa saja investor harus megeluarkan uang terus menerus, tanpa mengetahui sampai mana mata uang akan mangalami penurunan. Sehingga investor harus mempunyai disiplin saat melakukan pembelian. Sebenarnya, strategi ini cukup mudah diikuti jika dilakukan dalam satu atau dua kali saja. Namun jika harga terus mengalami penurunan, investor juga akan mudah terpengaruh secara emosi. Sehingga dia harus memutuskan apakah akan meneruskan menggunakan teknik ini atau tidak. Tapi dalam kondisi umum saat pasar mata uang sedang sideways atau bullish, strategi averaging down bisa cukup efektif. Karena pada kondisi tersebut, harga aset turun dengan terbatas.

Tips saat menggunakan averaging down, sebaiknya Anda membatasi sampai 3 kali saja, setelah itu Anda bisa berhenti melakukannya. Jika ternyata harga terus turun, biarkan saja. Setelah sampai pada titik bottom, Anda bisa melakukan averaging up.

Alasan kenapa harus membatasi diri, karena terkadang seseorang akan sangat ingin melakukan averaging down secara terus menerus, bahkan sampai dana yang dimilikinya habis. Jika memang dana yang Anda miliki tidak terbatas, memang tidak masalah menggunakan averaging down terus menerus. Namun jika dana terbatas ada baiknya Anda berhenti melakukannya.

  • Menggunakan averaging up

Berbeda dengan teknik sebelumnya, averaging up justru dinilai lebih baik karena Anda baru membeli mata uang saat harganya rendah. Sehingga saat harga turun, Anda harus menunggu sampai bisa membeli di harga paling rendah. Hanya saja masalahnya adalah bagaimana menentukan harga bottom. Kerap kali terlewatkan, sehingga harga sudah terlanjur rebound. Belum lagi ketika Anda salah memprediksi, saat Anda kira harga akan redound tetapi ternyata itu hanya tipuan sehingga nilai akan makin merosot. Secara psikologis, bisa lebih mudah untuk investor melakukan averaging up dibandingkan down. Jadi ketika pasar mata uang mengalami penurunan, Anda masih memiliki cash dan tidak perlu lagi menjual mata uang yang ada. Sehingga Anda bisa menunggu waktu yang tepat untuk bisa membeli diharga terendah.

3 TEKNIK PENGEMBANGAN STRATEGI AVERAGING TRADING FOREX

Terdapat 3 teknik yang dikembangkan oleh strategi averaging, diantaranya:

  • Pyramiding

Teknik pyramiding merupakan kebalikan dari cost-averaging. Dalam cost-averaging, saat 1 posisi terbuka maka akan ditambah jika mengalami kerugian, sehingga dalam teknik ini posisi terbuka justru akan ditambahkan setiap mendapat profit atau keuntungan. Teknik pyramiding akan sangat efektif saat digunakan dalam kondisi pasar yang trending. Namun tidak efektif jika digunakan dalam kondisi pasar yang sideways.

  • Martingale

Teknik martingale merupakan teknik yang lebih ekstrim dari averaging. Pada teknik ini, saat mendapatkan kerugian bukan hanya posisi baru yang harus ditambahkan tapi juga harus melipat gandakan jumlah transaksi. Teknik ini merupakan kebalikan dari pyramiding. Jika pyramiding akan sangat buruk saat digunakan dalam kondisi pasar sideways, berbeda dengan martingale yang akan sangat baik dan efektif digunakan pada kondisi pasar sideways.

  • Anti martingale

Teknik anti martingale mirip dengan pyramiding, tetapi jumlah transaksinya akan selalu dilipat gandakan setiap ada profit atau keuntungan yang ditambahkan. Tekni ini akan sangat efektif jika digunakan dalam kondisi pasar yang trending. Sedikit berbeda dengan martingale yang harus menggandakan modal saat rugi, pada anti martingale justru Anda harus membuka posisi baru dan mengandalkan modal saat sedang untung. Dengan begitu profit yang bisa dicapai akan semakin maksimal.

Saat seorang trader sudah mendapatkan titik jenuh pasar, maka kondisi tersebut  bisa menjadi waktu yang tepat untuk dimanfaatkan dengan menggunakan strategi averaging. Tujuannya untuk bisa mendapatkan profit dengan jumlah cukup besar. Namun, setiap strategi tentu saja akan selalu memiliki kekurangan. Pada averaging kekurangannya adalah dari harganya yang sangat tidak bisa ditebak, sehingga akan banyak sentimen pasar yang dapat menggerakan harga. Oleh karena itu, ada baiknya Anda memperhatikan bagaimana kondisi pasar saat akan menggunakan strategi averaging.

Selain daripada teknik ini, yang paling utama untuk sukses bertrading adalah utamakan manajemen resiko, karena manajemen resiko berguna untuk meminimalisir kerugian yang dalam. Dan idealnya manajemen resiko adalah tidak melebihi daripada 5% modal anda. Jadi gunakan pengaturan volume lot yang sesuai dengan profil resiko anda tersebut dalam menerapkan teknik ini. Itulah strategi averaging trading forex yang bisa Anda pelajari, selamat mencoba! (sumber: valasonline)

Sebagai Trader minimal kita punya strategi trading yang kita terapkan untuk mengeruk profit dolar. Ingat gunakan Money Management yang bagus. Salam Profit www.grahafx.com

 

Solusi Jika Anda Sering Melihat Chart Saat Trading

Ini Solusi yang Bisa Anda Terapkan jika Sering Melihat Chart Saat Trading.

Untuk menganalisa market yang ada, mengamati serta melihat grafik merupakan hal yang diperlukan sebelum Anda melakukan transaksi. Ditambah lagi jika Anda melakukan trading dengan cara scapling, maka melihat dan mengamati grafik diperlukan setiap saat.

Hal di atas sangat berbeda jika kamu termasuk orang yang melakukan trading hanya 1-3 transaksi dalam satu hari. Kamu tidak perlu untuk terus-menerus di depan chart forex dan mengamati pergerakan harga. Hal tersebut hanya akan mendatangkan kerugian akibat pergerakan forex yang naik dan turun.

Perlu ditekankan disini, jika Anda termasuk orang yang mencari keuntungan sedikit namun berkali-kali atau scalper, maka mengamati grafik setiap saat memang perihal yang tidak bisa dihindarkan. Sedangkan jika Anda termasuk trader yang hanya membidik keuntungan besar dari 1 kali transaksi, maka hal tersebut tidak perlu dilakukan.

Mengamati grafik hanya perlu kamu lakukan di saat melakukan analisa. Setelah Anda membuka posisi open buy ataupun open sell, maka mengamati grafik tidak perlu dilakukan terlalu sering. Kamu hanya perlu memantau grafik sesekali saja.

Mengapa demikian?

Sebab jika terus memantau pergerakan grafik akan membuat Anda ragu dengan keputusan buy atau sell yang sebelumnya dilakukan. Akibatnya Anda akan terburu-buru menutup posisi karena takut pergerakan harga tidak sesuai dengan prediksi di awal.

Aktivitas mengamati grafik setelah Anda membuka posisi lebih banyak menimbulkan kerugian bagi seorang trader pemula.

Lalu yang menjadi pertanyaan, siapa saja yang boleh melihat grafik?

Orang tersebut harus memiliki mental yang kuat dan tidak buru-buru menutup posisi. Atau orang-orang yang telah memahami ritme pergerakan grafik dan orang-orang yang melakukan trading dengan cara scapling.

Alasan Scalper Harus Terus Memantau Pergerakan Grafik

Scalping merupakan aktivitas membuka atau menutup posisi dengan cepat untuk mendapatkan keuntungan beberapa point. Hal ini mengharuskan mereka untuk terus berada didepan grafik mengamati pergerakan harga karena mereka harus membuka dan menutup posisi pada waktu yang tepat.

Selain itu ada alasan lain yang mendasari mengapa seorang Scalper harus terus memperhatikan pergerakan chart.

Alasan yang pertama adalah scalping sangat jarang menggunakan stoploss dantakeprofit. Alasan yang kedua adalah jangan sampai loss dalam jumlah yang besar, karena mereka mendapatkan keuntungan yang sedikit.

Anda yang masih pemula jangan pernah berpikir untuk menjadi seorang scalper, karena Anda membutuhkan analisa yang cepat dan keberanian untuk melakukan cutloss. Cara trading yang tepat dilakukan oleh pemula adalah day trading yaitu dengan beberapa kali saja melalukan trading dalam satu hari.

Apa yang Menyebabkan Anda Selalu Mengamati Grafik?

1.Penasaran Arah Pergerakan Grafik Selanjutnya

Hal yang harus Anda ingat yang selalu penasaran dengan arah pergerakan grafik adalah kegiatan trading bukan tentang kepuasan batin disaat prediksi Anda benar. Anda tidak perlu mendapatkan pujian di saat prediksi yang ada benar dan bergerak sesuai dengan keinginan.

Kita tidak memerlukan prediksi yang benar hanya saat ini saja, prediksi yang benar harus Anda tunggu minimal 1 jam. Sembari menunggu 1 atau 2 jam, Anda bisa melakukan kegiatan lain dan jangan hanya mengamati pergerakan harga yang ada.

2.Takut Rugi Di saat Meninggalkan Transaksi

Alasan selanjutnya yang menyebabkan Anda selalu mengamati grafik adalah rasa takut mengalami kerugian  jika tidak mengamati layar grafik. Hal yang harus Anda pahami adalah lebih baik mengalami kerugian saat satu kali transaksi dan mengetahui dengan jelas berapa kerugian yang ada. Kemudian Anda bisa menutup kerugian tersebut dengan lebih baik lagi menganalisa di masa mendatang. Daripada Anda harus mengalami kerugian akibat terombang-ambing pergerakan grafik yang membuat Anda ragu.

Kerugian yang terjadi karena grafik telah menyentuh stoploss merupakan hal yang wajar. Hal itu artinya prediksi yang kamu berikan memang salah dan harus diperbaiki. Kesalahan terjadi disaat Anda mengalami kerugian karena sikap ragu yang muncul akibat pergerakan grafik.

Adakah Solusi Agar Anda Tidak Selalu Menatap Grafik Forex Setiap Saat?

1.Melakukan Analisa Pada Timeframe 1 Jam

Sebaiknya Anda menghindari untuk menganalisa grafik pada timeframe 15 menit, 5 menit, bahkan 1 menit. Hal ini dikarenakan, meskipun prediksi yang Anda lakukan benar pada timeframe tersebut, jumlah keuntungan yang didapatkan lebih sedikit. Lebih baik melakukan analisa pada timeframe 1 jam karena potensi keuntungan yang didapatkan juga lebih besar.

Mengapa tidak mengamati timeframe 4 jam?

Hal ini dikarenakan sebagian besar pemula akan merasa jenuh saat memantau grafik 4 jam. Padalah grafik timeframe 4 jam akan sangat membantu melihat trend dalam waktu yang lebih panjang. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah cukup memprediksi 1 buah candlestick yang terbentuk pada timeframe 4 jam tersebut.

2.Jangan Lupa Pasang Stoploss dan Takeprofit

Memasang stoploss dan juga takeprofit merupakan hal wajib Anda lakukan agar bisa selamat melakukan trading. Di saat Anda memasang stoploss dan juga takeprofit pada setiap kali transaksi, maka Anda bisa meninggalkan grafik dengan tenang. Sebab Anda telah mengetahui hasil trading, jika rugi akan sebesar sekian dan jika mendapatkan keuntungan juga demikian.

 

3.Lakukan Pengecekan Setiap Sekian Jam

Pengecekan Grafik
Pengecekan Grafik

Jika Anda masih saja penasaran dengan grafik pergerakan harga, maka boleh saja untuk mengamati grafik setiap sekian jam sekali. Sebagai contohnya jika Anda melakukan trading di timeframe 1 jam, maka silahkan untuk melihat grafik pergerakan harga setiap satu jam sekali untuk melihat candlestick yang terbentuk.

4.Miliki Prinsip Lebih Baik Rugi Daripada Rugi Karena Terombang-Ambing

Prinsip selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah tanamkan pikiran bahwa lebih baik mengalami kerugian karena stop loss tersentuh dibandingkan mengalami kerugian karena terombang-ambing pergerakan grafik.

5.Miliki Kesibukan Lain

Cara terakhir yang bisa Anda lakukan sebagai seorang day trading adalah harus memiliki kesibukan yang lain. Kesibukan tersebut bisa dalam bentuk mengurus usaha atau pun mengerjakan hobi lain yang menghasilkan keuntungan. Kesibukan atau hobi yang menghasilkan keuntungan merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat yang bisa dilakukan.

Solusi lainnya yang bisa dilakukan jika Anda termasuk orang yang sangat suka mengamati grafik adalah dengan melakukan trading option. Trading option memiliki kesamaan dengan trading forex, sebab sebagai seorang trader diharuskan untuk menganalisa grafik yang ada,

Perbedaannya adalah di dalam trading forex agar mampu menghasilkan keuntungan USD100, Anda harus melakukan transaksi 0,1 lot serta profit 1000 point. Di lain pihak, dalam trading option untuk menghasilkan keuntungan USD100, Anda diharuskan untuk bertaruh USD 100 dan cukup profit 1 point saja.

Itulah berbagai solusi yang bisa Anda terapkan agar tidak selalu sering melihat grafik saat melakukan trading forex. Semoga apa yang telah kami sampaikan di atas bisa bermanfaat dan diterapkan dengan baik secara konsisten.

Oleh: Wahyu Utama, Sumber: Valasonline )

Memang sebaiknya trading menggunakan MM yang baik sehingga Mindset kita tidak terganggu, sehingga setelah OP bisa kita tinggal atau tidak melihat Chart. Memang demikian jikalau Anda memiliki uang banyak dan dipastikan sanggup menahat market, maka Anda tidak perlu kwatir loss sehingga tidak perlu sering melihat chart.

Salam profit, www.grahafx.com

Mengenal Lebih Dalam Support dan Resistence Forex

Kenali Lebih Dalam Support dan Resistence di Forex

Dalam forex trading, konsep support dan resistance merupakan konsep dasar dalam analisa teknikal forex yang perlu anda pahami.

Kenapa demikian?

Karena hal dengan mengetahui area support atau resistance, anda dapat mengetahui pergerakan harga akan berlanjut atau berbalik arah. Selain itu strategi apapun yang anda gunakan untuk trading, support dan resistance mempunyai peranan penting dalam open posisi. Untuk itulah kali ini kita akan membahasnya, supaya anda bisa lebih dalam mengenal tentang support dan resistance dalam forex.

Support dan Resistence

Arti Support dan Resistance Forex

Sebelumnya akan lebih baik jika kita mengenal terlebih dahulu apa arti support dan resistance dalam forex trading ini. Arti support dalam forex adalah area harga/level harga yang berada dibawah dari harga saat ini, dimana harga cenderung tertahan pergerakan turunnya untuk melewati area/level tersebut. Harga cenderung bergerak naik dari area support. Arti resistance dalam forex merupakan kebalikan dari support. Istilah ini mengacu pada area/level harga tertentu yang berada diatas harga saat ini, dimana harga cenderung tertahan pergerakan naiknya untuk melewat area atau level tersebut. Harga cenderung bergerak turun dari area resistance

Titik support dan resistance cenderung dianggap sebagai barometer permintaan dan penawaran dari pelaku market forex dalam chart. Area support dianggap merupakan area dimana jumlah permintaan akan cukup kuat, sehingga mampu menahan laju turun harga. Sedangkan area resistance sebaliknya, jumlah penawaran di resistance dianggap akan tinggi sehingga akan mampu menahan laju pergerakan naik dari harga. Meski demikian bukan berarti jika area support dan resistance tidak akan ditembus oleh harga (istilahnya; di break). Jika volume seller besar, maka level support bisa di break dengan mudah oleh harga. Begitu juga dengan resistance, jika volume buyer besar maka level ini bisa dibreak dengan mudah. Hal ini artinya apabila area support atau resistance di break oleh pergerakan harga, maka cenderung akan membentuk level support/ resistance yang baru.

Keuntungan Mengenal Konsep Support dan Resistance

Salah satu keuntungan terbesar dari mengenal konsep support dan resistance dalam trading valas adalah:

  1. Anda akan mampu memperkirakan area-area dimana harga mempunyai kecenderungan untuk bergerak berbalik arah. Dengan demikian risk/stoploss untuk transaksi buy/sell anda akan lebih kecil
  2. Mampu memperkirakan sampai mana kira-kira pergerakan harga. Dengan demikian anda bisa menentukan area jumlah take profit (TP) yang ideal. Anda bisa menentukan TP di area support jika sell, atau di area resistance jika buy. Bisa juga di tengah-tengah, semuanya tergantung money management yang anda gunakan

Dengan konsep itu anda bisa menyusun kisi-kisi atau kerangka pergerakan harga yang bisa anda gunakan untuk melakukan transaksi. Singkatnya, anda bisa menyusun mudah dipraktekan langsung.

Cara Menentukan Support dan Resistance Forex

Terdapat berbagai macam cara untuk menentukan area support dan resistance dalam analisa teknikal forex. Berikut ini adalah beberapa diantaranya:

  1. Menggunakan level high-low

Cara ini adalah cara yang paling mudah, high dan low disini adalah area puncak dan lembah gelombang pergerakan harga, dimana harga terlihat berbalik arah dari area tersebut. Untuk itu anda cukup memperhatikan area dimana harga mencapai level tertinggi atau terendah

  1. Menggunakan trendline

Patokan dalam cara ini anda bisa memasang trendline yang ditarik dari titik high ke titik high lainnya untuk menentukan resistance. Sebaliknya pasang trendline yang ditarik dari titik low satu ke titik low lainnya dalam chart untuk menentukan support area

  1. Menggunakan indikator

Cara terakhir anda bisa menentukan support dan resistance dengan bantuan indikator. Indikator yang biasa digunakan seperti Pivot point, garis camarilla, Fibonacci retracement, dan lain sebagainya

Cara menggunakan support dan resistance

  1. Untuk menentukan trend harga
  • Jika harga menembus/break area support maka dianggap trend turun/bearish
  • Jika harga menembus/break area resistance maka dianggap trend naik/bullish
  1. Cara entry transaksi dalam support resistance
  • Menggunakan konsep break out. Anda membuka transaksi buy saat harga break level resistance dan sell saat harga break level support.
  • Berlawanan arah. Anda membuka transaksi buy saat harga terlihat memantul berbalik arah dari area support dan sell saat harga terlihat memantul berbalik arah dari area resistance

(sumber: valasonline)

Untuk penjelasan lebih detailnya juga bisa disimak di video ini : /artikel/video-support-dan-resistance

Untuk memahami konsep teknikal wajib dimatangkan pembelajaran mengenai Support & Resistence ini. Setidaknya dalam hidup ini memahami satu teknik, yaitu Support dan Resistance saja itu sudah menjadi bekal yang baik dalam terjun ke dunia trading forex. Salam Profit!

Anda Disarankan Berhenti Trading dalam 2 Kondisi ini.

Anda harus Stop Trading dalam dua kondisi ini

Mungkin Anda merasa kebingungan dan bertanya-tanya kenapa harus berhenti trading. Memang Anda harus mengambil keputusan untuk tidak membuka posisi atau bahkan harus menutup posisi saat kondisi yang akan dijelaskan di bawah ini terjadi. Contoh kecil dalam mengemudi mobil saja Anda diwajibkan menepi dan istirahat ataupun minum kopi dulu ketika Anda mengalami kantuk yang berat, hal ini untuk menghidari kecelakaan di jalan.

Tanpa perlu berpanjang lebar, mari kita bedah satu per satu untuk mengetahui kapan waktu terbaik untuk berhenti trading.

1.Kondisi yang Berkaitan Dengan Kehidupan Pribadi

Saat Sedang Ada Gangguan Di Luar Diri

Gangguan yang ada di luar diri beraneka macam bentuknya, sebab saat Anda menjalankan kehidupan sehari-hari pasti ada saja gangguan yang terjadi. Kehidupan yang Anda jalankan tidak akan berjalan dengan mulus dan ada saja gangguan yang datangnya berasal dari luar diri Anda. Hal-hal semacam ini bisa menjadi sandungan saat Anda melakukan trading forex.

Saat Emosi

Emosi
Emosi

Emosi pasti menjadi suatu keadaan yang akan Anda rasakan dalam kehidupan. Emosi yang terjadi ini dapat dengan mudah menurunkan fokus saat Anda menjalankan sebuah trading. Sebagai contohnya di saat Anda sedang mengalami duka karena ada seseorang yang Anda cintai meninggal dunia. Di saat seperti ini emosi yang sedang Anda rasakan pasti tidak menentu dan hasilnya kegiatan trading tidak bisa dilakukan dengan optimal.

Hal-hal di atas memang terkesan remeh dan Anda pasti berpikir tidak mungkin ada pengaruhnya dengan aktivitas trading. Namun lebih baik Anda memperhatikan hal-hal yang remeh tersebut, sebab jangan sampai hal-hal di atas membuat Anda loss di kemudian hari.

2.Hal yang Berkaitan Dengan Kondisi Pasar

Disaat Bank Amerika Serikat Libur

Apakah Anda hanya berhenti di saat bank di AS libur?

Tidak, sebab Anda juga bisa menghentikan aktivitas trading di saat bank-bank Eropa atau pun Jepang libur. Namun di saat bank Eropa atau pun Jepang libur dampaknya tidak terlalu besar terhadap pasar. Hal ini sangat berbeda di saat industri perbankan di Amerika Serikat libur, dimana pasar akan menjadi sepi dan hal ini akan berpengaruh terhadap volatilitas pasar.

Hal di atas dapat terjadi dikarenakan hampir semua pair utama yang ditradingkan terekspos oleh USD. Belum lagi banyak bank-bank besar yang rata-rata kantornya di Amerika yang merupakan pemain utama di pasar forex. Jadi di saat bank di Amerika Serikat libur, potensi peluang yang muncul akan semakin jarang terlihat.

Di saat Muncul Jadwal Berita

Membaca Berita
Membaca Berita

Anda sebagai seorang trader forex harus fokus memperhatikan  daftar berita yang sudah terjadwal dan yang akan dirilis. Anda bisa melakukan analisa untuk melihat peluang kesokan harinya.

Dimana Anda bisa mengetahui berita yang bermanfaat tersebut?

Anda bisa melihatnya di kalender forex.

Ada banyak sekali klasifikasi berita mulai dari yang memilki dampak ringan, sedang, dan juga berat yang bisa kamu pantau di berbagai situs internet. Lewat situs tersebut, Anda bisa mengambil berita yang menurut Anda memiliki potensi untuk menghancurkan sistem trading yang dimiliki. Utamakan berita yang memiliki klasifikasi penting untuk menjadi sumber rujukan Anda melakukan trading.

Saat Petinggi Bank Sentral Berpidato

Saat pimpinan Bank Sentral atau pun pejabat yang berwenang sedang berpidato, maka hal ini bisa saja berdampak bagi perekonomian suatu negara. Sehingga hal ini otomatis akan berpengaruh terhadap pergerakan mata uang.

Apalagi yang sedang melakukan pidato adalah pimpinan Bank Sentral Amerika Serikat, sebab bisa saja apa yang dibicarakannya berpengaruh terhadap negara-negara lain di Asia dan Eropa.

Di saat Pergerakan Harga Berbeda Dari Kebiasaan

Jika Anda sudah cukup lama bermain di forex dan sering kali mengamati suatu pair, maka kemungkinan besar Anda akan terbiasa dengan karakter pair tersebut. Di saat pergerakan harga melambat atau di saat bergerak dengan cepat, maka Anda pasti bisa memperkirakannya. Apalagi jika hal tersebut dikaitkan dengan berita yang terjadwal, maka pola akan semakin mudah Anda pahami.

Selanjutnya hal yang harus kita lakukan adalah menandai pola yang telah terbentuk untuk mengetahui fenomena apa yang muncul di antara pola tersebut. Jika fenomena tesebut muncul berdekatan dengan periode pair sedang berakselerasi maka hal ini akan sulit.

Tetapi jika fenomena tersebut muncul di saat pergerakan harga lagi tenang tanpa adanya berita terjadwal, itulah tanda yang harus Anda waspadai. Jika fenomena ini muncul, maka sebaiknya urungkan niat Anda untuk membuka posisi.

Di Akhir Minggu

Akhir minggu yang kami maksudkan disini adalah hari jumat. Meskipun demikian bukan berarti Anda secara total tidak boleh melakukan trading sama sekali. Anda masih diperbolehkan memanfaatkan hari terakhir ini namun dengan syarat harus menutup posisi di hari yang sama.

Kenapa tidak boleh menahan posisi sampai minggu depan atau sampai pasar dibuka lagi?

Boleh saja.

Cuma yang menjadi permasalahan adalah mayoritas layanan trading secara online tutup di hari Sabtu dan Minggu. Sehingga Anda akan kesulitan untuk memantau pergerakan harga dan mengintervensi posisi yang telah Anda buka di hari jumat tersebut.

Walaupun hari sedang libur, tetapi ada banyak sekali hal yang bisa terjadi. Baik kejadian yang berhubungan dengan sektor keuangan ataupun kejadian lain yang bisa mempengaruhi nilai tukar suatu mata uang.

Di Saat Musim Liburan

Trading Forex muncul dan berkembang dari belahan bumi bagian barat. Kebiasaan masyarakat disana adalah adanya liburan favorit setahun dua kali. Liburan pertama di saat musim gugur dan liburan selanjutnya di saat akhir tahun antara natal dan tahun baru.

Di saat momen tesebut terjadi pasar keuangan termasuk forex mengalami volatilitas yang turun drastis. Hal ini dapat terjadi karena mereka yang merupakan para pelaku utama di dalam industri forex. Dikarenakan para pemain besar sedang berlibur, maka kita yang notabene sebagai pengikut di dalam dunia trading forex harus mengikuti pola yang mereka buat.

Sebenarnya tidak ada batasan yang bisa memastikan pergerakan harga di dalam pasar forex. Beberepa poin yang telah kami sampaikan di atas merupakan rambu-rambu yang bisa Anda gunakan dan manfaatkan.

Bagi trader fundamentalis, kemungkinan besar tidak begitu setuju dengan pendapat strategi trading yang menghindari berita. Anda yang percaya dengan batasan atau indikasi dalam bentuk grafik bisa menggunakan patokan tersebut.

Begitu juga dengan para trader jangka panjang yang bisa saja menolak mentah-mentah untuk menutup posisi di akhir minggu. Di lain sisi para day trader pasti akan setuju dengan pandangan untuk menutup posisi di akhir minggu.

Sekarang yang harus Anda lakukan adalah petimbangkan profesionalitas masing-masing. Kemudian pilihlah pandangan yang menurut Anda paling bijak dan sesuai dengan gaya trading yang Anda miliki

Semoga apa yang telah kami sampaikan di atas dapat bermanfaat untuk Anda dan bisa menjadi patokan dalam mangambil keputusan trading forex. [ sumber: Valasonline ]

Jadi kalo disimpilkan ada dua faktor, yaitu faktor Internal dan Faktor External. Faktor internal terkait masalah pribadi seorang trader dan faktor external terkait gejolak pasar.

Salam profit, jangan lupa depo-wd nya di IB kami yah, www.grahafx.com

APA ITU TRADING FOREX ?

APA ITU TRADING FOREX ? (MARI MULAI DARI DASAR DAN DEFINISINYA)

Artikel-artikel pada blog ini mungkin dirancang untuk mengajarkan dasar-dasar Trading di Pasar Forex.
Sebelumnya kami tahu bahwa Anda dapat menemukan banyak informasi di internet mengenai Forex, namun mari kita lihat kenyataanya sebagian artikel mereka tidak mengena untuk dibaca.
Sedangkan artikel pada blog ini, telah kami buat semudah mungkin untuk dibaca, sehingga Anda bisa lebih fun untuk mempelajarinya.
Setelah membaca artikel ini, Anda akan mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang Trading dan Pasar Forex, dan kemudian Anda bisa dipastikan untuk siap melakukan Trading Forex bersama Metatrader 4 Anda.

Trading Forex adalah…

Apa itu Pasar Forex?

Pada dasarnya, Pasar Forex adalah tempat bank, bisnis, pemerintah, investor dan pedagang datang untuk bertukar dan berspekulasi mengenai mata uang.
Pasar Forex juga disebut sebagai Pasar ‘Fx’.
Ya. Pasar yang menjual berbagai jenis mata uang.
Skalanya besar. Siapa saja yang terlibat?
Mereka adalah DUNIA.
Pasar Forex adalah pasar terbesar di dunia dengan omset harian rata-rata $ 3,98 triliun.
Dollar ini loh, Ya!
Pasar Fx buka 24 jam sehari, 5 hari seminggu dengan pusat perdagangan dunia yang paling penting berada di London, New York, Tokyo, Zurich, Frankfurt, Hong Kong, Singapura, Paris, dan Sydney.
Kalo di Indonesia mungkin Jakarta.
Perlu dicatat bahwa tidak ada pasar sentral untuk pasar Forex. Trading Forex dilakukan secara bebas diantara para individu.
Dan mereka bebas atas apa yang dikehendakinya. Untung rugi tidak bergantung pada pasar, tapi pada dirinya sendiri.
Forex adalah suatu produk yang didukung oleh semua bank-bank besar di dunia, dan mereka tidak akan memiliki harga yang sama persis.
Kemudian mereka menjelema menjadi broker-broker yang menyediakan berbagai jenis platform.
Lalu melalui platform yang disediakan broker, mereka melakukan transaksi-transaksi yang menguntungkan berkaitan dengan mata uang.
Siapa yang untung? Apakah hanya salah satu diantara Broker atau Anda?
Tidak! Karena keduanya bisa saling menguntungkan.
Sejarah Singkat Pasar Forex
Sebelumnya saya minta maaf.
Ya. Bagian sejarah mungkin akan sedikit membosankan.
Tapi tidak apa-apa, kan?
Setidaknya Anda tahu sedikit dengan sejarah Forex.

Baik singkat saja:

Pada tahun 1876, standar pertukaran sudah mulai diimlementasikan menggunakan emas. Ya. Saat itu emas adalah mata uang yang solid.
Dan kemudian mereka mulai mencoba membuat uang kertas.
Ya. Bayangkan saja sendiri, bagaimana caranya kamu membeli mobil jika harus menggunakan emas? Berapa kilo yang harus kalian bawa?
Syarat untuk membuat uang kertas adalah emas.
Emas harus ada untuk mendukung mata uang yang bernilai.
Karena itu awalnya dari setiap dicetaknya uang kertas pada saat itu, diperlukan setidaknya beberapa emas padat.
Tujuannya adalah menstabilkan mata uang dunia dengan mengelompokkan mereka dengan harga emas.
Namun, ternyata pada akhirnya pola tersebut malah mengakibatkan hilangnya standar harga emas.
Pada saat Perang Dunia II sedang dimulai. Saat itu negara-negara Eropa yang bersangkutan, tidak memiliki cukup emas untuk membayar biaya besar untuk berperang.
Ya. Saat itu setiap negara memang sedang mencoba memperkuat militernya masing-masing.
Dunia kemudian memutuskan untuk memiliki nilai tukar tetap, pencetusnya adalah negara Adidaya.
Ya. Dia adalah Dolar Amerika ($).
Saat itu, baru Dolar Amerika yang yang di dukung oleh emas. Sistem ini disebut dengan nama “Sistem Bretton Woods”.
Hal ini terjadi pada tahun 1944.
Kemudian Sistem Bretton Woods berakhir pada tahun 1971, karena Amerika tidak lagi menukarkan emas untuk Dolar Amerika.
Lalu pada tahun 1976, terjadi penerimaan global terhadap nilai tukar mata uang asing.
Bisa jadi ini adalah awal mula / kelahiran dari pasar mata uang.
Namun, untuk saat itu pasar mata uang asing belum mulai dijual secara elektronik sampai pertengehanan tahun 1990an.
Setelah itu, barulah muncul yang bernama Trading Forex.

Apa itu Trading Forex?

Singkatnya, Trading Forex adalah perdagangan antar mata uang.
Misalnya, jika Anda berpikir Rupiah akan menguat terhadap Dolar Amerika, maka Anda dapat membeli pasangan mata uang Rupiah menggunakan Dolar Amerika Anda, kemudian (mudah-mudahan) menjual Rupiah tersebut dengan harga lebih tinggi untuk mendapatkan keuntungan.
Tentu jika saat itu Anda membeli Dolar dengan Rupiah, pasti Anda akan rugi. Ya. Ini karena mata uang Rupiah akan naik.
Jadi, penting untuk memahami risiko yang ada pada Trading Forex, jangan pikirkan keuntungannya saja!
Ya. Sekarang Forex menjadi sangat populer.

Mengapa Forex Populer?

Tentu Forex populer. Ya. Forex memang menjanjikan banyak hal. Salah satunya adalah gaya hidup yang glamour.
Anda bisa kaya mendadak hanya karena menjadi seorang Trader. Yang dikerjakan padahal cuma duduk, diam, dapet duit. Namun, tidak jarang pula yang gagal.
Sekarang pertanyakan kepada diri Anda.
“Apakah Anda mampu? Apakah Anda siap untuk hidup glamour?”
Ya. Anda mampu. Asal disiplin,

Berikut adalah keterampilan yang harus Anda miliki untuk mendapatkan keuntungunan dari Trading Forex:

  1. Kemampuan, salah satunya adalah harus mampu kehilangan (loss) dengan ikhlas.
  2. Keyakinan, percaya pada diri sendiri dan jangan takut mengambil keputusan.
  3. Dedikasi, untuk menjadi Trader Forex terbaik atau setidaknya lebih baik.
  4. Disiplin, untuk tetap tenang dan tidak emosional dalam menghadapi gejolak pasar.
  5. Fleksibilitas, untuk perubahan kondisi pasar yang menguntungkan.
  6. Fokus, untuk tetap berkonsentrasi pada rencana trading.
  7. Logika, untuk melihat pasar dari sudut pandang objektif dan logis.
  8. Organisasi, untuk menempa dan memperkuat kebiasaan positif.
  9. Kesabaran, untuk menunggu waktu yang pas untuk mengambil tindakan.
  10. Realisme, untuk tidak berpikir Anda akan cepat kaya.
  11. Pengendalian diri, untuk tidak over-trade dan over-leverage saat trading.
Sebagai seorang trader, Anda dapat memanfaatkan Leverage dan Volalitas.
Leverage adalah rasio antara jumlah jaminan dan dana yang dipinjam yang dialokasikan untuk trading. Contoh leverage : 1:100, 1:200, 1:500. Leverage 1:100, artinya untuk transaksi yang dilakukan anda harus memiliki akun trading dengan broker dalam jumlah 100 kali lebih kecil daripada jumlah transaksi.
Secara teknis, Volatilitas mengacu pada jumlah dimana harga aset berfluktuasi selama periode waktu tertentu. Hal ini diukur dengan mengambil standar deviasi atau varian dari perubahan harga selama durasi tertentu. Sederhananya, volatilitas merupakan ukuran seberapa besar mood pasar.
Dari keduanya, Anda bisa memulai belajar untuk mengelola mata uang.
Kunci sukses para trader adalah BISA MENGELOLA UANG.
Jangan jadi pecundang yang hanya bisa menghabiskan uang orang tua. Saatnya untuk bangkit bersama Forex.

Siapa dan Mengapa harus Trading Forex?

Bank

Ya, Kita semua tahu bahwa Bank adalah yang memulai mencetak uang. Tentu dia juga tetap menjalankan jual-beli mata uang.
Di Indonesia saja, beberapa bank besar setiap harinya menukarkan miliaran dolar.
Mungkin beberapa Bank melakukan hal tersebut untuk melayani pelanggan. Namun, banyak pula Bank yang sengaja Trading Forex untuk mendapatkan keuntungan tambahan.

Perusahaan

Perusahaan (terutama perusahaan besar) membutuhkan banyak mata uang asing untuk mengembangkan diri di kancah Internasional.
Tentu saja aktivitasnya sehari-hari adalah menjual produknya dengan berbagai jenis mata uang.
Karena itu beberapa perusahaan besar sering melakukan Trading Forex. Hal ini dilakukan agar perusahaan yang ingin bertukar mata uang bisa bertransaksi di negara lain.
Bahkan ada perusahaan besar yang fokus utamanya bukan untuk menjual produk, namun malah benar-benar terjun di bisnis Forex.

Pemerintah / Bank Sentral

Bank sentral pada suatu negara harus dapat memainkan peran penting di pasar valuta asing.
Mereka dapat menyebabkan kenaikan atau penurunan nilai mata uang negara mereka dengan mencoba mengendalikan jumlah uang beredar, inflasi, dan (atau) suku bunga.
Mereka dapat menggunakan cadangan devisa substansial mereka untuk mencoba dan menstabilkan pasar.

Individu

Jika Anda pernah bepergian ke negara yang berbeda dan menukar uang Anda dengan mata uang yang berbeda di bandara atau bank, maka Anda telah berpartisipasi dalam pasar valuta asing.

Investor

Perusahaan investasi yang mengelola portofolio besar untuk klien mereka menggunakan pasar Fx untuk memfasilitasi transaksi dalam sekuritas asing. Misalnya, manajer investasi yang mengendalikan portofolio ekuitas internasional perlu menggunakan pasar Forex untuk membeli dan menjual beberapa pasangan mata uang untuk membayar sekuritas asing yang ingin mereka beli.

Trader

Baik. Ini adalah yang sebenarnya kita bahas di Forex.
Seorang Trader, dimana ia bekerja duduk diam dapat duit setiap harinya.
Kita mungkin mengawali trading ini dengan cara berkenalan dengan Forex melalui para Broker. Ya. Kalian harus tahu apa yang akan kalian lakukan.

Keuntungan Trading di Pasar Forex:

  • Forex adalah pasar terbesar di dunia, dengan volume harian melebihi $ 3 triliun per hari. Ini berarti likuiditas padat yang memudahkan masuk dan keluar dari posisi.
  • Trading bisa dilakukan kapan pun Anda mau: Tidak ada bel pembukaan di pasar Forex. Anda bisa masuk atau keluar dari perdagangan kapan pun Anda mau dari hari Senin sampai Jumat.
  • Kemudahan akses: Anda dapat mendanai akun trading Anda dengan hanya $ 250 di banyak broker ritel dan mulai melakukan trading pada hari yang sama dalam beberapa kasus. Eksekusi langsung melalui pesanan memungkinkan Anda berdagang dengan mengklik mouse.
  • Pasangan mata uang yang lebih sedikit untuk fokus pada, bukannya tersesat mencoba untuk menganalisis ribuan saham
  • Kebebasan berdagang di manapun di dunia dengan satu-satunya persyaratan sebagai laptop dan koneksi internet.
  • Perdagangan bebas komisi dengan banyak pembuat pasar ritel dan keseluruhan biaya transaksi lebih rendah daripada saham dan komoditas.
  • Volatilitas memungkinkan trader untuk mendapatkan keuntungan dalam kondisi pasar dan menyediakan peluang trading mingguan dengan probabilitas tinggi. Selain itu, tidak ada bias pasar struktural seperti bias lama pasar saham, sehingga pedagang memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan keuntungan di pasar yang naik atau turun.
Sementara diluar itu semua, Pasar Forex untuk para Trader membawa potensi yang samar. Ya. Tidak bisa asal diprediksikan.
Pasar Forex bisa jadi akan membawa Anda untuk untung atau malah bangkrut. Pekerjaan sebagai seorang Trader sangat beresiko.
Banyak orang masuk ke pasar dan yang ada pada otaknya hanya kemenangan, sementara resikonya tidak ia pikirkan dengan matang.
Jika Anda ingin memulai sebagai seorang Trader, kami ingin menyarankan Anda untuk tidak tergesa-gesa.
Perbanyaklah membaca kemudian beraksi.

Lalu serahkan semuanya kepada yang maha kuasa.

Baik. Semoga Tradingnya berhasil! Apabila berkenan mohon untuk shareartikel ini kepada teman-teman / kerabat Anda.

🙂  [ sumber trader sakti  ]

3 Teknik Sederhana Untuk OP

3 Teknik Sederhana Untuk OP ( Open Posisi) Wajib Diketahui

Strategi forex yang ampuh banyak dicari dengan harapan bisa mengantarkan mereka ke kebebasan finansial secara instan. Padahal, belajar forex dari tahap ke tahap merupakan sesuatu yang mutlak harus dilakukan. Bahkan para trader berpengalaman pun masih harus terus belajar agar selalu bisa menyesuaikan diri dengan kondisi pasar yang selalu berubah-ubah. Strategi yang berjalan lancar hari ini bisa tiba-tiba mengakibatkan loss besar-besaran minggu depan, sehingga penyesuaian selalu perlu dilakukan.

Namun demikian, ada tiga dasar teknik trading forex yang hampir selalu konstan. Ketiga dasar teknik trading forex ini perlu diingat oleh setiap trader.

1. “Trade with the Trend”

Bagi trader forex, trend adalah kawan paling akrab yang bila kita berusaha melawannya maka bisa-bisa jadi berbahaya. Memang ada teknik trading forex “melawan tren”, tetapi pada umumnya dalam bertrading, akan lebih mudah untuk panen profit jika “trade with the trend”.

Secara kasar, ini artinya, jika ada uptrend (tren naik), maka trader sebaiknya hanya buka posisi “buy” saja. Sebaliknya, saat downtrend (tren turun), sebaiknya hanya buka posisi sell saja.

Namun, jika lebih cermat lagi maka perlu juga mengetahui bagaimana bertrading di tengah tiga trend dalam forex: bullish (saat harga suatu pair naik)bearish (saat harga suatu pair turun), dan sideways/ranging (saat harga bergerak naik-turun dalam kisaran sempit). Setiap trader perlu mengenal apa itu “trend” dan bagaimana mendeteksi awal dan akhir tren. Pemahaman ini sangat penting karena berhubungan dengan bagaimana kita akan mentradingkan suatu pasangan mata uang nantinya.

2. “Buy at Support”

Secara harfiah, ini berarti seorang trader direkomendasikan untuk membuka posisi “buy” pada suatu pair saat harga berada di level terendah (level support). Dengan ekspektasi setelah mencapai level terendah kemudian harga akan berbalik naik, maka disini trader wajib mempelajari teori support-resistance dengan baik.

Salah satu teknik trading forex yang paling banyak direkomendasikan adalah melakukan buy ketika harga bullish sedang terkoreksi. Sebagaimana bisa dilihat di gambar dibawah ini, saat tren bullish pun harga tak mulus naik terus. Beberapa kali, grafik “terkoreksi”, mundur sebelum kemudian naik lagi. Nah, di momen-momen itu lah yang sering dianggap terbaik untuk “buy” suatu pair forex.

Buy at Support

Bagaimana untuk mengetahui kalau harga akan melesat naik lagi atau terus berbalik turun? Untuk ini, perlu dipelajari dan dipraktekkan dulu berbagai teknik mengenali support-resistance.

3. “Sell at Resistance”

Berkebalikan dengan poin dua, posisi “sell” sebaiknya dibuka saat harga berada di puncak (level resistance), dimana harga akan berbalik dari naik ke turun. Di sini pun, adalah suatu langkah yang bagus untuk melakukan “sell” ketika tren bearish sedang terkoreksi.

Umpama pair forex GBP/USD sedang anjlok. Untuk beberapa saat, harga akan merosot terus, tetapi nanti akan ada momen dimana harga seakan-akan akan berbalik naik. “Koreksi” semacam ini banyak dicari trader, karena jika situasinya tepat maka harga bukannya naik terus, tetapi kembali melanjutkan tren awalnya, yakni bearish.

Kedengarannya mudah? Coba dulu di akun demo.

Banyak teknik trading forex terdengar mudah saat dibaca, tetapi sulit diterapkan. Satu tips yang diberikan oleh hampir semua master trading adalah agar semua teknik trading sebaiknya diuji terlebih dahulu di akun demo. Di akun demo, sebelum menanamkan tabungan hari tua untuk bertrading forex, kita bisa berlatih dengan uang virtual. Seringkali juga, untuk menerapkan 3 teknik trading forex sederhana ini diperlukan pula pembelajaran analisa teknikal sebagai pendukung utama.

[ sumber: seputarforex ]

Silahkan juga simak penjelasan detilnya mengenai Support dan Resistant nya disini : /artikel/video-support-dan-resistance

Video: Support Dan Resistance

Jika sudah memahami Support Dan Resistance, maka kita akan mampu memperediksi kapan saat yg terbaik untuk OP/Open posisi BUY SELL  pasang Pending Order dll.

Manfaatkan youtube Anda dan pastikan kuota dan koneksi lancar, banyak ilmu yang akan banyak Anda peroleh disana.

Selamat Menikmati dan menyelami ya Gan,, salam profit!!

Terlalu Lama Belajar di Akun Demo Ternyata Juga Bahaya

Ini 3 Bahayanya. Jangan Terlalu Lama Belajar Trading di Akun Demo!

Belajar Trading di Akun Demo

Semua Trader pasti tahu adanya akun demo. Akun demo sering kali digunakan seorang trader pemula sebagai alat untuk berlatih menggunakan platform, mengakses harga secara real time, sampai melakukan transaksi dengan menggunakan dana virtual.

Dengan penjelasan di atas, akun demo memiliki peranan yang sangat vital bagi seseorang yang ingin mempelajari dunia trading forex.

Namun, tahukah Anda bahwa akun demo memiliki bahaya bagi perkembangan seorang trader?

Apa saja bahayanya jika Anda terlalu lama menggunakan akun demo?

Ini penjelasannya lebih lanjut.

Belajar Trading di Akun Demo

1.Trader Akan Meremehkan Kesalahan yang Terjadi

Trader Forex
Trader Forex

Hal ini mungkin terkesan sangat remeh bagi Anda, tetapi itulah kenyataan yang bisa saja terjadi dan dialami oleh seorang trader. Akun demo merupakan sebuah perangkat atau alat belajar agar dapat mempermudah Anda melatih kemampuan trading. Namun, jika akun demo telah Anda gunakan terlalu lama akan menjadikan kemudahan yang ada di akun demo disalahgunakan dengan meremehkan kesalahan trading yang dibuat.

Seperti yang telah Anda ketahui, akun demo merupakan sebuah akun yang menggunakan dana virtual dan bukan menggunakan dana pribadi yang Anda miliki. Oleh karena itu ketika terjadi loss, Anda tidak akan menerima kerugian yang sesungguhnya. Ketika suatu kesalahan trading tidak menimbulkan dampak apapun akan menjadikan Anda lebih mudah menyepelekan kesalahan yang terjadi.

Sebagian pemula yang menggunakan demo akun akan berpikir bahwa kesalahan yang dilakukan hanya di akun demo dan bukan di akun real. Oleh karena itu mereka menjadi tidak mempelajari kesalahan yang terjadi dan baru mulai mempelajari kesalahan saat telah menggunakan uang sungguhan.

Pernahkan Anda melakukan hal di atas saat menggunakan akun demo?

Jika pernah, maka artinya Anda telah menyalahgunakan fungsi akun demo sebagai sarana untuk mempelajari dunia forex.

Hal yang seharusnya bisa Anda lakukan seharusnya menggunakan akun demo dengan sebaik-baiknya. Caranya adalah dengan mempelajari setiap kesalahan yang pernah dilakukan di akun demo, sehingga kesalahan yang pernah dilakukan tidak akan pernah terulang saat Anda menggunakan akun real untuk trading.

2.Kemampuan Menghadapi Resiko Tidak Anda Asah

Grafik Forex
Grafik Forex

Salah satu faktor yang menjadi alasan mengapa banyak sekali trader forex yang masih pemula sulit sekali mendapatkan keuntungan adalah kebiasaan mereka memotong profit dan membiarkan loss terus bergerak. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa mengelola resiko dengan menggunakan manfaat dari stop lossdan take profit yang ada.

Saat Anda menggunakan akun demo yang tidak memiliki resiko nyata akan menjadikan Anda lebih mudah untuk meremehkan pentingnya manajemen resiko. Banyak pemula yang berpikiran untuk apa mereka harus repot memperkirakan stop loss dan juga take profit dan mengatur berbagai strategi. Meskipun mengalami loss, mereka tidak akan mengalami kerugian yang nyata.

Saat Anda telah berpikir seperti yang dicontohkan di atas, maka bahaya menggunakan akun demo telah Anda alami. Hal ini dapat terjadi dikarenakan Anda telah merasa nyaman dengan berbagai kemudahan yang diberikan oleh akun demo, sehingga manajemen resiko tidak lagi menjadi prioritas yang Anda pikirkan.

Di saat telah menggunakan akun real, akhirnya keahlian Anda mengatur manajemen resiko menjadi tidak terasah. Padahal kemampuan manajemen resiko merupakan kunci penting yang harus Anda miliki agar dapat bertahan di akun real.

3.Membuat Kebiasaan Buruk Dalam Trading

Belajar Trading di Akun Demo
Analisis Resiko

Fakta yang terjadi di lapangan adalah sebagian besar trader melakukan trading dengan cara yang didapatkannya dari kebiasaan menggunakan akun demo.

Anda sadari atau tidak, kebiasaan buruk yang terbentuk di akun demo pasti akan terbawa di akun real nantinya. Meskipun pada awalnya Anda telah berjanji di dalam hati untuk lebih berhati-hati saat telah membuka akun sungguhan. Agar dapat mengubah dan menyesuaikan dengan kondisi akun real, Anda membutuhkan waku dan juga pengalaman mengalami kerugian untuk bisa memotivasi diri memperbaiki kesalahan. Belajar Trading di Akun Demo

Dalam beberapa contoh kasus, kebiasaan buruk yang ada akan semakin fatal jika telah dibebani oleh tekanan psikologis dari resiko trading dengan uang real. Sebagai contohnya, Anda telah terbiasa memperlebar jarak stop loss tanpa alasan saat menggunakan akun demo, maka bisa saja Anda mengulanginya saat menggunakan akun real.

Namun, dikarenakan Anda telah menggunakan uang yang sesungguhnya. Alasan memperlebar stop loss akan semakin tidak rasional, karena telah dipengaruhi oleh faktor psikologis yang bisa merusak trading Anda.

Lalu Bagaimana Cara Mengindari 3 Bahaya Dari Akun Demo Di Atas?

Solusi yang paling tepat untuk mengantisipasi semua bahaya yang terjadi di akun demo sebenarnya sangat sederhana. Belajarlah untuk memperlakukan akun demo yang Anda miliki selayaknya sebuah akun real. Namun sering kali, prinsip seperti ini tidak dijalankan dengan baik karena belum mengerti, sulit untuk menerapkannya, atau sengaja tidak melakukannya.

Hal di atas sebenarnya sangat bisa dimaklumi, sebab sekeras apapun Anda menganggap akun demo seperti akun real. Komitmen yang Anda tanamkan dan juga psikologis trading di kedua akun tersebut sangat jelas tidak setara dan berbeda.

Belajar Trading di Akun Demo: Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Jawabannya adalah apa yang sedang Anda pertaruhkan di kedua akun tersebut. Akun demo menggunakan uang virtual sedangkan akun real menggunakan uang Anda yang sesungguhnya. Disaat Anda mengetahui bahwa trading yang sedang dilakukan hanya menggunakan uang virtual, maka hasilnya sikap antisipasi terhadap resiko akan lebih longgar dibandingkan dengan saat menggunakan uang yang sesungguhnya.

Oleh karena itu, salah satu cara terbaik untuk menghindari bahaya trading akun demo adalah dengan menggunakan fasilitas tersebut sesuai dengan fungsinya. Menggunakan akun demo akan membuat Anda memahami cara kerja sebuah platform, cara memanfaatkan tool yang ada, menguji sistem sampai mendapatkan profit yang konsisten.

Jika hal di atas telah Anda lakukan, maka segeralah untuk bertransaksi ke akun real. Jangan berlama-lama menggunakan akun demo hanya karena Anda ingin melakukan trading tanpa resiko disana.

Keluar Dari Zona Nyaman Segera!

Jika Anda telah betah berada di zona nyaman akun demo, maka hal tersebut tidak akan membawa kemajuan apapun bagi kemampuan trading yang dimiliki.

Hal yang bisa Anda lakukan adalah jangan membuka akun real dengan modal yang besar saat pertama kali melakukan transaksi. Anda bisa menggunakan tipe akun real dengan spesifikasi yang ringan seperti akun mikro. Atau Anda bisa juga menggunakan akun cent yang memiliki konsep sebagai akun real yang masih memiliki nuansa demo.

Namun sayangnya, tidak semua pialang forex menyediakan akun cent dan sangat jarang ada pihak pialang yang menyediakannya.

Itulah 3 bahaya yang dapat Anda alami jika terlalu lama menggunakan akun demo. Gunakan akun demo sebagai sarana belajar selayaknya akun real yang sesungguhnya. Sehingga di saat Anda memiliki akun real yang sesungguhnya, Anda telah memiiki manajemen resiko yang telah terasah dengan baik. Untuk itu jangan terlalu lama belajar trading di akun demo, coba untuk menggunakan modal kecil dengan membuka akun mikro.

Oleh: Wahyu Utama

[ sumber: valasonline ]

Ada benarnya, mungkin belajar di akun demo cukup untuk berlatih menggunakan MT4 bagaimana cara OP dll.. menguji strategi atau EA apakah jalan, klo sudah bisa maka jangan terlalu berlama-lama.

Mungkin perlu segera beralih ke akun Riel walaupun 10$ di akun Cent ^_^. Krn ada beban resiko mentalnya shingga tidak meremahkan apa yang sudah kita perbuat.

Salam profit, www.grahafx.com

Trader Forex Wanita Ini Menginspirasi, Tak Kalah Dari Pengusaha.

Tak Kalah Dari Pengusaha, Trader Forex Wanita Ini Menginspirasi 

Hari gini siapa yang tak kenal Forex, bisnis yang digandrungi tidak hanya kaum adam tapi juga kaum hawa. Bisnis trading forex mulai menjamur saat ini terlebih keuntungan yang ditawarkan bukan main – main nilainya. Trading forex merupakan perdagangan uang asing yang mana bisa dilakukan secara online layaknya jual beli saham. Dalam trading forex juga ada broker layaknya dipasar saham. Untuk bisnis trading forex tak bisa dipelajari dalam waktu singkat perlu pembelajaran dan pengalaman yang cukup lama agar bisa menjadi trader handal. Dari trader handal ini ada beberapa nama yang sangat dikenal public. Kesuksesan mereka juga membuktikan bahwa kaum hawa mahir dalam bisnis forex lo. Penasaran dengan para wanita inspiratif ini? Simak yuk ulasannya berikut ini :

Trader Forex Wanita

  • Kathy Lien

Pernah bekerja sama dengan JP Morgan membuat Kathy Lien semakin mencintai dunia trading forex. Ia telah mengenal trading sejak usianya belia yakni 18 tahun dan sedang kuliah di New York University.  Saat ia ditempatkan di divisi intermarket FX ia pun mulai melakukan trading seperti spot forex. Ia kerap menggunakan teori teknikal dan fundamental di setiap sepak terjangnya.  Ia menghindari menggunakan robot forex karena manfaatnya tak berdampak jangka panjang dan memilih analisis fundamental dengan membuat database ciptaannya sendiri.  Pada 2003 lalu Kathy bergabung dengan FXCM sebagai pimpinan ahli strategi yang mencetuskan adanya dailyFX.com.

Karirnya lalu naik menjadi direktur riset mata uang untuk Global Feature & Forex Ltd dan sekarang ia pun menjabat sebagai pimpinan BKForex bersama dengan Boris Schlossberg.  Ia pun banyak menginspirasi wanita untuk terjun di dunia trading dan menjajaki jabatan yang lebih tinggi seperti managing director atau vice president.

  • Jennifer Thornburg

Jika Kathy Lien telah memiliki pengalaman kerja di bank – bank sehingga memiliki bekal awal untuk terjun di trading tentu berbeda dengan Jennifer Thomburg yang harus mulai dari awal. Ia mengawali karirnya dibidang trading pada tahun 2001. Selama enam tahun lamanya ia menempa diri untuk belajar menjadi seorang trader yang handal dan sempat ingin menyerah. Dalam tiap percobaannya ia tak selalu mendapatkan untung terkadang malah bunting dan menjadikannya trader yang handal dan tahan banting. Keberhasilannya mulai terlihat saat menggunakan jurnal trading yakni buku catatan atas setiap setup dan hasil trading  yag membawanya kepada keputusan trading yang tepat.

Ia juga yang merupakan pelopor hadirnya combo trade yang kini banyak digunakan para trader pemula dan professional. Jennifer juga pernah bekerja sama dengan Rob Booker dan sering memantau perkembangan trader melalui ponselnya. Ia biasa melakukan analisis dari pagi hingga petang dan senang memantau 6 – 8 pair dalam satu waktu. Mungkin inilah rahasianya ia bisa sukses hingga saat ini.

  • Valeria Bednarik

Perempuan asal Argentina ini mulai mengenal trading forex sejak tahun 2003 dan menempatkan namanya sebagai salah satu trader forex wanita tersukses yakni Valeria Bednarik.  Ia juga menjabat sebagai pimpinan analis FXStreet dan juga mengelola portofolio klien untuk FXSolution. Mula – mula ia meniti karir dibidang kedolteran dan akuntansi yang dulunya mengenyam pendidikan di Universidad Catolica del Salvador sebagai CPA (Certified Public Accountant). Sedari dulu ia selalu tertarik dengan dunia finansial serta pernah menangani perpajakan dan pembiayaan.

Ketika berusia 30 tahun ia pun memutuskan mundur dari jabatan general manager dan mulai belajar trading. Ia juga pernah ditipu dengan penipuan investasi berskema Ponzi namun ia tak lantas menyerah. Setelah mengenyam pendidikan formal untuk trading forex di trader college ia pun memutuskan bergabung dengan Mol FX. Sayangnya ia tak bertahan lama di Mol FX dan memilih untuk menjadi trader solo dan mulai mengajar di FXStreet.com. perjalanan karirnya tak selalu mulus terkadang malah juga merugi seperti saat ia mengalami loss hingga lebih dari $.2.000 dalam sekali trade. Kini anda tentu melihat perempuan ini menjadi salah satu trader wanita yang cukup disegani. Pengalaman pahit manisnya telah mengantarkannya ke gerbang kesuksesan trading forex.

  • Cynthia Kase

Selain menjadi seorang trader professional Cynthia Kase juga menghasilkan buku bertema trading berjudul Trading will The Odds.  Rasa cintanya terhadap dunia trading muncul saat ia bekerja di standard oil of California yang mana diberikan tugas untuk membuat program pengembangan bisnis dan managemen perusahaan trading. Frekuensi trading Cynthia Kase dilakukan tiap 3-10 hari dengan  menggunakan strategi exit.  Ia tak mempercayai holy grail dan cenderung menggunakan indicator ciptaanya. Cynthia Kase menekankan untuk tidak mudah percaya akan pendapat orang lain dan yakin akan kemampuan anda sendiri.  Dalam trading ia cenderung menerapkan pergerakan harga dan melihat momentum serta trend. Usahanya berbuah hasil dan kini membuatnya menjadi salah satu trader wanita professional dibidangnya serta menjadi panutan bagi banyak orang.

[ sumber: valasonline ]

Ini salahsatu contoh trader profesional wanita yang sudah terkenal dan sukses serta perlu dijadikan pelajaran positif yang sangat berharga. Mungkin karena mereka adalah wanita sehingga bisa mengontrol dirinya dalam hal MM (Money Management) dan Mindset (Psycology) yang bagus, selain dari teknik yang dimilikinya.

Semoga kita bisa meniru kesuksesanya!